Hubungan Frekuensi Aktivitas Fisik dengan Ketangguhan Psikologis pada Mahasiswa

Authors

  • Hasbi Asyhari Universitas Negeri Makassar

Keywords:

aktivitas fisik, ketangguhan psikologis, mahasiswa, Kesehatan Mental

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi aktivitas fisik dengan ketangguhan psikologis pada mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Ketangguhan psikologis merupakan kemampuan individu untuk bertahan dan bangkit dari tekanan serta tantangan hidup, yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik. Aktivitas fisik diduga memiliki peran signifikan dalam membentuk ketangguhan psikologis melalui mekanisme fisiologis dan psikologis. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 120 mahasiswa FIKK UNM yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur frekuensi aktivitas fisik dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur ketangguhan psikologis. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan tingkat signifikansi ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara frekuensi aktivitas fisik dengan ketangguhan psikologis mahasiswa (r = 0,512; p < 0,001). Mahasiswa dengan frekuensi aktivitas fisik tinggi cenderung memiliki skor ketangguhan psikologis yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki frekuensi aktivitas fisik rendah. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan program kesehatan mental mahasiswa melalui peningkatan partisipasi dalam aktivitas fisik terstruktur di lingkungan kampus.

References

Adiputra, N., & Tirtayasa, K. (2020). Validasi kuesioner IPAQ versi pendek pada mahasiswa di Indonesia. Jurnal Ergonomi Indonesia, 46(2), 89-96.
Amalia, R., & Sari, D. P. (2021). Perilaku sedentari dan aktivitas fisik mahasiswa di era pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 156-163.
Anggraini, F., & Santhoso, F. H. (2022). Pengaruh self-efficacy terhadap ketangguhan mahasiswa dalam menghadapi pembelajaran daring. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(1), 45-54.
Ardini, P. P., & Surjaningrum, E. R. (2020). Resiliensi dan burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 6(2), 112-121.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W.H. Freeman.
Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a new resilience scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76-82.
Craig, C. L., Marshall, A. L., Sjöström, M., Bauman, A. E., Booth, M. L., Ainsworth, B. E., Pratt, M., Ekelund, U., Yngve, A., Sallis, J. F., & Oja, P. (2003). International Physical Activity Questionnaire: 12-country reliability and validity. Medicine and Science in Sports and Exercise, 35(8), 1381-1395.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Dahlan, M. S. (2020). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan: Deskriptif, bivariat, dan multivariat (7th ed.). Epidemiologi Indonesia.
Dewi, A. K., & Suryanto. (2022). Program intervensi aktivitas fisik untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Jurnal Psikologi Olahraga dan Kesehatan, 3(1), 67-78.
Emanuel, E. J., Wendler, D., & Grady, C. (2000). What makes clinical research ethical? JAMA, 283(20), 2701-2711.
Fadhilah, N., & Aini, N. (2022). Kualitas tidur dan kesehatan mental mahasiswa: Peran aktivitas fisik sebagai mediator. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 134-143.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hasanah, U., Ludiana, & Immawati. (2020). Gambaran psikologis mahasiswa dalam proses pembelajaran selama pandemi COVID-19.Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 299-306.
Hastono, S. P. (2021). Analisis data pada bidang kesehatan. Rajawali Pers.
Hidayat, R., & Alsa, A. (2021). Resiliensi akademik dan prestasi belajar mahasiswa di masa pandemi. Jurnal Psikologi Integratif, 9(1), 23-34.
Hidayati, F., & Kurniawan, I. N. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi aktivitas fisik mahasiswa fakultas ilmu keolahragaan. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 16(2), 145-156.
Kalisch, R., Baker, D. G., Basten, U., Boks, M. P., Bonanno, G. A., Brummelman, E., Chmitorz, A., Fernàndez, G., Fiebach, C. J., Galatzer-Levy, I., Geuze, E., Groppa, S., Helmreich, I., Hendler, T., Hermans, E. J., Jovanovic, T., Kubiak, T., Lieb, K., Lutz, B., ... Kleim, B. (2017). The resilience framework as a strategy to combat stress-related disorders. Nature Human Behaviour, 1(11), 784-790.
Kandola, A., Ashdown-Franks, G., Hendrikse, J., Sabiston, C. M., & Stubbs, B. (2020). Physical activity and depression: Towards understanding the antidepressant mechanisms of physical activity. Neuroscience & Biobehavioral Reviews, 107, 525-539.
Livana, P. H., Mubin, M. F., & Basthomi, Y. (2020). Tugas pembelajaran penyebab stres mahasiswa selama pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 203-208.
Lubans, D., Richards, J., Hillman, C., Faulkner, G., Beauchamp, M., Nilsson, M., Kelly, P., Smith, J., Raine, L., & Biddle, S. (2016). Physical activity for cognitive and mental health in youth: A systematic review of mechanisms. Pediatrics, 138(3), e20161642.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Nugroho, A., & Wibowo, S. (2021). Perbandingan ketangguhan mental atlet dan non-atlet pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Olahraga Indonesia, 2(2), 78-89.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.
Pratama, B. A., & Yudiana, Y. (2021). Pola aktivitas fisik mahasiswa pendidikan jasmani dalam kehidupan sehari-hari. Indonesian Journal of Sport Science and Coaching, 3(1), 12-21.
Putri, D. A., & Handayani, S. (2020). Hubungan aktivitas fisik dengan resiliensi pada dewasa muda. Jurnal Psikologi Terapan Indonesia, 2(3), 167-176.
Rahman, A., & Abdullah, M. (2021). Karakteristik dan motivasi mahasiswa dalam memilih program studi pendidikan jasmani. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 20(1), 34-43.
Ramadhani, P., & Alifah, N. (2021). Stres akademik pada mahasiswa tahun pertama: Tantangan transisi ke perguruan tinggi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 7(2), 89-98.
Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2017). Self-determination theory: Basic psychological needs in motivation, development, and wellness. Guilford Press.
Santoso, S. (2021). Menguasai SPSS versi 25. Elex Media Komputindo.
Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Saputra, D., & Kusuma, I. J. (2022). Tantangan mahasiswa fakultas ilmu keolahragaan dalam menyeimbangkan aktivitas fisik dan akademik. Sport Science and Health Journal, 4(2), 156-167.
Schunk, D. H., & DiBenedetto, M. K. (2020). Motivation and social cognitive theory. Contemporary Educational Psychology, 60, 101832.
Setiawan, A., & Lestari, R. (2021). Adaptasi dan validasi Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) pada populasi mahasiswa Indonesia. Jurnal Pengukuran Psikologi Indonesia, 10(1), 45-56.
Setiawan, I., & Rohman, U. (2020). Aktivitas fisik sebagai strategi coping mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Jurnal Psikologi Olahraga, 1(2), 112-123.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.
Wijaya, M. A., Susanto, N., & Hidayat, T. (2021). Peran dukungan sosial dalam aktivitas olahraga kelompok terhadap kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 3(2), 98-109.
Windle, G., Bennett, K. M., & Noyes, J. (2011). A methodological review of resilience measurement scales. Health and Quality of Life Outcomes, 9(1), 8.
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization.

Published

2025-12-05

Issue

Section

Articles