Hubungan Screen Time, Aktivitas Fisik, dan Kesehatan Mental Mahasiswa di Era Digital
Keywords:
screen time, aktivitas fisik, kesehatan mental, mahasiswa, era digitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara screen time, aktivitas fisik, dan kesehatan mental mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar. Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah pola hidup mahasiswa secara signifikan, khususnya dalam penggunaan perangkat digital dan kecenderungan berkurangnya aktivitas fisik yang berdampak pada kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 250 mahasiswa aktif yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Screen Time Self-Report, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek, dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata screen time mahasiswa mencapai 8,7 jam per hari, dengan 62,4% mahasiswa masuk dalam kategori screen time berlebih (>6 jam/hari). Hanya 38,8% mahasiswa yang memiliki tingkat aktivitas fisik dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara screen time dan aktivitas fisik (r = -0,487; p < 0,001), hubungan positif yang signifikan antara screen time dan gangguan kesehatan mental (r = 0,512; p < 0,001), serta hubungan negatif yang signifikan antara aktivitas fisik dan gangguan kesehatan mental (r = -0,463; p < 0,001). Uji regresi berganda menunjukkan bahwa screen time dan aktivitas fisik secara bersama-sama berkontribusi sebesar 41,3% terhadap variasi kesehatan mental mahasiswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa screen time yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko yang saling berkaitan dalam mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Diperlukan intervensi komprehensif berupa program literasi digital dan peningkatan aktivitas fisik terstruktur di lingkungan kampus.
References
Damanik, E. D. (2006). Pengujian reliabilitas, validitas, analisis item, dan pembuatan norma DASS 42. Universitas Indonesia.
Fitra, A., Jamaluddin, M., & Ruslan, R. (2022). Hubungan durasi penggunaan media sosial dengan tingkat aktivitas fisik pada mahasiswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 45–53.
Hasan, A., Malik, F., & Shahzad, S. (2021). Development and validation of digital screen time questionnaire for university students. Journal of Medical Internet Research, 23(4), e24744.
Kemenkes RI. (2021). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021: Gambaran kesehatan jiwa penduduk Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Mulyani, S., & Setiawan, A. (2022). Validasi International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi Bahasa Indonesia pada mahasiswa. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 21(1), 12–21.
Nugroho, B. S., & Lestari, D. R. (2021). Tingkat aktivitas fisik mahasiswa program studi pendidikan jasmani di perguruan tinggi negeri Jawa Tengah. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, 17(1), 1–10.
Nurdiana, E., Pratiwi, A., & Basri, M. (2021). Tingkat depresi, kecemasan, dan stres mahasiswa selama pandemi COVID-19 menggunakan DASS-21. Jurnal Kesehatan, 14(3), 201–210.
Prasetyo, A., & Winarno, M. E. (2023). Analisis mediasi dan moderasi dalam penelitian kesehatan olahraga: Panduan praktis menggunakan SPSS PROCESS Macro. Penerbit Universitas Negeri Malang.
Putra, R. A., & Rahayu, N. I. (2020). Mekanisme neurobiologis pengaruh olahraga terhadap kesehatan mental: Tinjauan literatur. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 19(2), 87–98.
Rahim, A., Syamsu, A. A., & Kurniawan, R. (2023). Efektivitas program intervensi aktivitas fisik terstruktur terhadap kesehatan mental mahasiswa di Sulawesi Selatan. Jurnal MKMI, 19(1), 33–42.
Saputra, D., Permana, I., & Hendarto, S. (2021). Pola penggunaan media digital dan dampaknya terhadap kesehatan mahasiswa Indonesia di masa pandemi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 112–121.
Sudirman, A., Basri, M., & Ahmad, R. (2022). Hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat kecemasan dan depresi pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 8(1), 55–64.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Wahyuni, S., & Pratama, D. (2022). Kebijakan kampus aktif dan pengaruhnya terhadap perilaku hidup sehat mahasiswa di Indonesia. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(3), 180–191.
Warburton, D. E. R., & Bredin, S. S. D. (2020). Health benefits of physical activity: A strengths-based approach. Journal of Clinical Medicine, 9(8), 2634.
WHO. (2020). WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. World Health Organization.
Yuliana, T., & Hartono, S. (2023). Pengaruh paparan cahaya layar digital terhadap kualitas tidur dan kesehatan mental mahasiswa. Jurnal Kesehatan Andalas, 12(1), 22–31.



