Pengembangan Model Budaya Sekolah Berbasis Kearifan Lokal Bugis-Makassar Untuk Meningkatkan Karakter Santun Siswa Sekolah Dasar
Abstract
Pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar memegang peranan penting dalam membentuk fondasi moral siswa sebagai warga negara yang berintegritas. Namun, gelombang transformasi digital yang berkembang pesat telah mempercepat terjadinya degradasi nilai-nilai moral pada anak usia sekolah, yang ditunjukkan melalui menurunnya sikap hormat terhadap guru dan teman sebaya. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengkaji landasan teoretis dan empiris integrasi kearifan lokal Bugis-Makassar, yaitu Sippakatau (memanusiakan sesama manusia), Sippakalebbi (saling menghormati dan memuliakan), dan Sippakainge (saling mengingatkan dalam kebaikan), ke dalam model budaya sekolah yang dirancang untuk meningkatkan karakter santun siswa sekolah dasar di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis artikel jurnal yang telah melalui proses peer-review, buku, dan dokumen kebijakan yang diterbitkan pada tahun 2004–2024. Kriteria inklusi mencakup penelitian tentang pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, pengembangan budaya sekolah, dan model desain pembelajaran ADDIE dalam konteks pendidikan. Analisis terhadap 10 sumber utama menunjukkan bahwa: (1) model budaya sekolah berbasis kearifan lokal memiliki validitas tinggi dan relevansi praktis; (2) nilai-nilai Bugis-Makassar memiliki kesesuaian yang kuat dengan kerangka Profil Pelajar Pancasila; dan (3) program pembiasaan perilaku yang terstruktur mampu menghasilkan peningkatan yang terukur pada karakter santun siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kearifan lokal autentik ke dalam budaya sekolah merupakan strategi reformasi pendidikan karakter di sekolah dasar Indonesia yang memiliki landasan teoretis kuat, layak diterapkan secara praktis, dan berkelanjutan secara budaya.
References
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6
Deal, T. E., & Peterson, K. D. (1999). Shaping school culture: The heart of leadership. Jossey-Bass.
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2015). The systematic design of instruction (8th ed.). Pearson.
Fitriani, R. (2022). Implementasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(1), 45–58. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i1.38741
Hake, R. R. (1999). Analyzing change/gain scores. American Educational Research Association. https://www.physics.indiana.edu/~sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf
Kemendikbudristek. (2022). Panduan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://kurikulum.kemdikbud.go.id
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Mattulada, A. (2018). Latoa: Satu lukisan analitis terhadap antropologi politik orang Bugis (Cetakan ke-3). Ininnawa.
Moher, D., Liberati, A., Tetzlaff, J., & Altman, D. G. (2009). Preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses: The PRISMA statement. PLOS Medicine, 6(7), e1000097. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1000097
Mukhlis, M., & Rahman, A. (2021). Integrasi filosofi Bugis-Makassar dalam pembentukan budaya sekolah berkarakter. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2), 112–126. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v10i2.29837
Pratama, D., Suyanto, T., & Wahyudi, H. (2023). Budaya sekolah sebagai instrumen penguatan Profil Pelajar Pancasila pada satuan pendidikan dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(1), 22–35. https://doi.org/10.26737/jpdi.v8i1.3156
Sari, N. P., & Nugroho, A. (2024). Degradasi moral siswa sekolah dasar di era digital: Tantangan dan strategi pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 67–81. https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i1.3012
Sartini. (2004). Menggali kearifan lokal nusantara: Sebuah kajian filsafati. Jurnal Filsafat, 14(2), 111–120. https://doi.org/10.22146/jfilsafat.31323
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.
Syamsuddin, A., & Hasan, M. (2020). Revitalisasi nilai Sippakatau, Sippakalebbi, dan Sippakainge dalam pendidikan karakter berbasis budaya lokal Sulawesi Selatan. Jurnal Kajian Budaya dan Pendidikan, 5(2), 88–103.
Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence-informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375
Zamroni. (2011). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultural. Gavin Kalam Utama.
Zubaedi, Z. (2017). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan (4th ed.). Kencana


