Pengembangan Modul Ajar Berbasis Sekolah Literat Melalui Komik Edukasi Untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Dan Nilai Budaya Lokal
DOI:
https://doi.org/10.35458/jtp.v4i1.5010Abstract
Rendahnya tingkat literasi numerasi dan kurangnya integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran di sekolah dasar merupakan masalah yang membutuhkan solusi inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis literasi sekolah melalui komik edukatif guna meningkatkan literasi numerasi dan nilai-nilai budaya lokal siswa sekolah dasar. Metode pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi). Tahap analisis mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa; tahap desain menghasilkan cetak biru pembelajaran; tahap pengembangan menghasilkan modul komik edukatif; tahap implementasi dilakukan dalam uji coba terbatas; dan tahap evaluasi mengukur validitas, kepraktisan, dan efektivitas produk. Hasilnya adalah modul pembelajaran dalam bentuk komik edukatif yang mengintegrasikan literasi numerasi dengan nilai-nilai budaya lokal wilayah Makassar. Modul ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menarik, bermakna, dan relevan secara budaya. Diharapkan modul ini dapat meningkatkan keterampilan literasi numerasi siswa serta memperdalam pemahaman dan kecintaan mereka terhadap budaya lokal.
References
Aprilia, D., & Wardana, M. D. K. (2024). Pengembangan modul pembelajaran berbasis literasi numerasi di kelas II sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 1–15. https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i3.404
Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The ADDIE Approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6
Dewi, F. R., & Setyaningtyas, E. W. (2022). Pengembangan komik digital interaktif untuk memperkuat kemampuan membaca pada materi pengukuran panjang dan berat kelas II SD. Jurnal Basicedu, 6(5), 8652–8665. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i5.3884
Gravemeijer, K., & Doorman, M. (1999). Context problems in realistic mathematics education: A calculus course as an example. Educational Studies in Mathematics, 39(1–3), 111–129. https://doi.org/10.1023/A:1003749919816
Kemdikbud. (2021). Asesmen Nasional: Literasi Membaca dan Numerasi. Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lestari, F. P., Ahmadi, F., & Rochmad, R. (2021). The implementation of mathematics comic through contextual teaching and learning to improve critical thinking ability and character. European Journal of Educational Research, 10(1), 497–508. https://doi.org/10.12973/eu-jer.10.1.497
McCloud, S. (1993). Understanding Comics: The Invisible Art. Kitchen Sink Press/HarperPerennial. ISBN: 978-0-06-097625-5
Ngazizah, N., Rahmawati, R., & Oktaviani, D. L. (2022). Pengembangan media komik berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran tematik terpadu. Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 8(2), 147–154. https://doi.org/10.30738/st.vol8.no2.a13187
Rosa, M., & Orey, D. C. (2011). Ethnomathematics: The cultural aspects of mathematics. Revista Latinoamericana de Etnomatemática, 4(2), 32–54. https://www.revista.etnomatematica.org/index.php/RevLatEm/article/view/32
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wulandari, D. U., Mariana, N., Wiryanto, W., & Amien, M. S. (2024). Integration of ethnomathematics teaching materials in mathematics learning in elementary school. IJORER: International Journal of Recent Educational Research, 5(1), 204–218. https://doi.org/10.46245/ijorer.v5i1.542
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Global Journal Teaching Professional

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.


