KAJIAN KESESUAIAN WISATA PANTAI TOBOLOLO SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA DI TOBOLOLO KECAMATAN PULAU TERNATE

Authors

  • Sudarsono Idrus PPG Prajabatan

Keywords:

Pariwisata, Wisata Pantai, Upaya Pengembangan Kawasan, Pantai Tobololo

Abstract

Derajat kemampuan beradaptasi suatu lahan untuk suatu tujuan tertentu disebut dengan kesesuaian lahan. Dalam upaya peningkatan kawasan pariwisata di Tobololo kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate, penelitian ini bermaksud untuk mengukur kesesuaian lahan di sekitar Pantai Tobololo. Penelitian ini dilakukan dalam 2 (dua) tahap, pertama, tahap studi pendahuluan yang dilakukan pada bulan oktober 2017, dan tahap kedua, penelitian lapangan dengan metode “deskriptif kuantitatif”, pada bulan Januari – Februari 2018 yang meliputi pengukuran dan observasi yang dilakukan dengan membagi lokasi penelitian menjadi 3 (tiga) stasiun penelitian. Pengumpulan data primer meliputi informasi kesesuaian lahan pantai untuk pariwisata, meliputi informasi kedalaman perairan, jenis pantai, lebar, material dasar, kecepatan arus, kemiringan pantai, biota berbahaya, dan ketersediaan air tawar. Ini juga mencakup informasi tentang fasilitas pantai, seperti tempat makan dan area pantai yang dapat diakses dengan tempat duduk dan tempat sampah, tempat parkir, dan area penangkaran penyu dan papan informasi. Analisis dengan pendekatan indeks kesesuaian wisata (IKW) menghasilkan nilai kesesuaian lahan wisata. Berdasarkan perhitungan indeks kesesuaian lahan wisata pantai diperoleh hasil Stasiun I sebesar 62% dengan kategori Cukup Sesuai (S2), hasil Stasiun II sebesar 62% dengan kategori sama (S2), dan hasil Stasiun III sebesar 60% dengan kategori Cukup Kategori sesuai (S2).

References

Ardian. (2015).. Kajian Kesesuaiam Kawasan Wisata Pantai Dikampung Pasir Panjang Tanjung Siambang Pulau Dompak Tanjung Pinang. Vol. (4): hal. 87-102 Kepulauan Riau. Diakses pada 21 September 2017 dari http://jurnal umrah.ac.id/wp.html.
Armos, H.N. (2013). Studi Kesesuaian Lahan Pantai Wisata Boe Desa Mappakalampo Kecamatan Galesong Ditinjau Berdasarkan Biogeofisik. Vol. (2): 65-104 Makassar. Diakses pada 22 September 2017 from https://respository.unhas.ac.id/handle/ 123456789/4195.html.
Arifin, Z. (2011). Evaluasi Pembelajaran.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Banowati, E. (2014). Geografi Indonesia. Yogyakarta: Ombak..
Damanik, J. & Weber, H. (2006). Perencanaan Ekowisata Dari Teori Ke Aplikasi.
Yogyakarta: PUSPAR.
Edward, I. (1991). Tourism Planning An Integrated And Sustanaible Development Aprroach. New York: Van Nostand Reinhold.
Fandeli, C. (2002). Perencanaan Kepariwisataan Alam. Yogyakarta: Erlangga.
Kumaat, J. Ch, Lasut & Wantasen. (2017). Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Penentuan Kawasan Pantai Di Kota Bitung. ISSN: 2302-3589 Jurnal Ilmiah Platax, Vol (5): 78-209. Manado. Diakses pada 1 Januari 2017 di http://pasca.unsrat.ac.id/s2/ipa/.
Marpaung, H. Dan Bahar, H. (2006). Pengantar Pariwisata. Bandung: Alfabeta.
Noerma Yulisa, E. Yardan, J. Dan Hartono, D. (2016). Analisis Kesesuaian Dan Daya Dukung Ekowisata Pantai Kategori Rekreasi Pantai Laguna Desa Marpas Kabupaten Kaur. EISSN: 2527-5186 Jurnal Enggano, Vol (1): 97-111. Bengkulu. Diakses pada 7 Oktober 2017 di http ://researcgate.net.html.
Noor, Y.R., Khazali, M., Suryadiputra, I.N.N. (2006). Panduan Pengenalan Manggrove di Indonesia. Bogor: PHKA/Wetlands Internasional Indonesia Programme (WI-IP).
Pangesti, T. (2007). Modul Praktek Objek Wisata Alam. Bogor : Balai Diklat Kehutanan.
Pragawati, B. (2009). Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Untuk Pengembangan Ekowisata Bahari Di Pantai Binangun, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Institut Pertanian Bogor: Bogor.
Rahmawati, A., (2009). Studi pengelolaanPesisir Untuk Kegiatan WisataPantai (Kasus Pantai Teleng Ria Kabupaten Pacitan, JawaTimur). Skripsi IPB: Bogor.
Richards, W. (2007). Tourism, Creativity, and Development. New York: Routledge.
Simond, J. (1978). Earthscape. New York: McGraw-Haill Book Company.
Sudjana. (1987). Teknik Analisis Regresi dan Korelasi bagi Para Peneliti. Bandung: Tersito.
Sugiyono. (2015). Memahami penelitian Kuantitatif. Bandung. Alfabeta.
Sukmadinata, N.S.( 2011). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya.
Syaodih S, N. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.
Yulianda, F. (2007). Ekowisata Bahari Sebagai Alternati Pemanfaatan Sumber Daya Pesisir Berbasis Konservasi. Yogyakarta: Makalah Seminar Sains.
Yoety, E.1983. Pengantar Ilmu Pariwisata”. Bandung: Angkasa.

Published

2026-06-02

Issue

Section

Articles